PWI Sulbar Kecam Penyerangan AJI Palu

Blog Single
Mamuju (ANTARA News) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Barat, mengecam keras aksi penyerangan Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Sulawesi Tengah (30/12), karena dinilai sebagai bentuk kriminalisasi terhadap pers.

Ketua Bidang Organisasi PWI Sulbar, Adi Arwan Alimin di Mamuju, Jumat, mengatakan, penyerangan yang dilakukan kelompok pemuda tertentu itu sebagai bentuk tindakan yang tidak terpuji karena melakukan aksi ala premanisme terhadap pers yang ada di Palu.

"Kami menyesalkan tindakan itu, makanya kami kecam atas tindakan tersebut karena bisa
berdampak buruk bagi pekerja pers atau matinya kebebasan pers yang nyata-nyata telah diatur
Undang-Undang," kata dia.

Adi menjelaskan, peristiwa penyerangan terhadap AJI Palu menambahn deretan jumlah kekerasan
terhadap wartawan sepanjang tahun 2010 ini.

"Kekerasan terhadap pers semakin meningkat. Ini sangat memprihatinkan karena ternyata masih
banyak yang tidak memahami apa yang menjadi tugas-tugas sebagai pekerja pers," papar dia.

Wartawan dalam menjalankan tugasnya  mengembang amanah yang mulia sebagai alat kontrol
pemerintah yang dilindungi oleh Undang-Undang.

Dia menambahkan, seruan kutukan ini dilakukan agar persoalan yang terjadi di Palu tidak lagi
terjadi di tanah air sehingga para pencari informasi ini bisa merdeka dalam menjalankan tugasnya sebagai kontrol sosial.

"Wartawan mestinya bersatu melawan kelompok premanisme yang dipertontonkan kelompok pemuda tersebut yang sengaja menghalangi kebebasan jurnalis," katanya.

Oleh karena itu, PWI Sulbar mendesak aparat hukum agar segera mengusut tuntas atas peristiwa pemukulan terhadap wartawan yang ada di Palu sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami harap aparat kepolisan segera mengusut tuntas atas kekerasan pers karena ini adalah bentuk penguburan terhadap undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers yang secara hukum telah mengaturnya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Front Pemuda Kaili (FPK), Erwin Lamporo, pada Jumat (31/12)meminta maaf ke Aliansi Jurnalis Indepen (AJI) Palu atas aksi kekerasan yang dilakukan anggotanya terhadap empat wartawan di Kantor AJI Palu, Kamis (30/12) siang.

"Saya datang ke Kantor AJI ini dengan niat yang tulus meminta maaf jika anggota saya sudah melakukan kesalahan. Sama sekali itu tidak ada perintah dari kami. Itu mereka lakukan secara spontan," kata Erwin Lamporo saat berdialog dengan jajaran pengurus AJI Palu, Kamis (30/12) malam di Kantor AJI, Jalan Rajawali, Kota Palu.

Erwin menyampaikan permohonan maaf tersebut secara kelembagaan dan pribadi atas aksi kekerasan yang dilakukan anggotanya. Dia juga mengatakan bertanggung jawab atas aksi yang dilakukan anggotanya.

Selain itu, seorang pelaku pengeroyokan wartawan dan penyerangan kantor AJI Kota Palu akhirnya ada yang menyerahkan diri ke kepolisian resor setempat.

"Saya baru terima laporan bahwa seorang diantara mereka yang melakukan penyerangan dan pengeroyokan wartawan sudah menyerahkan diri ke polisi," kata Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Kapolda Sulteng), Kombes Pol Dewa Made Parsana.

Dewa Parsana mengatakan, pelaku yang menyerahkan diri itu kini berada di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Palu, dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Masih diperiksa dulu, itu urusan penyidik," katanya, tanpa menyebut identitas pelaku yang dimaksud.

Kapolda Sulteng juga berjanji akan segera menuntaskan kasus penyerangan kantor AJI oleh sekelompok pemuda hingga menyebabkan terjadinya pengeroyokan terhadap dua wartawan setempat.

Menurut dia, kasus penyerangan dan pemukulan terhadap wartawan itu merupakan salah satu tindakan anarkis dan melanggar hukum. (*)

Berita Terkait: