Dua Wartawan Bojonegoro Disidang

Blog Single

Bojonegoro (ANTARA News) - Dua wartawan tabloid "MetJ", Subandi (59) dan Masnun (43), Kamis, diajukan di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro dengan tuduhan melakukan pemerasan.

"Keduanya memeras korban untuk membayar Rp3 juta, dengan imbalan tidak akan memberitakan kasus korban," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bojonegoro, Sateno, Kamis.

 

 

 

Di hadapan Majelis Hakim PN Bojonegoro yang diketuai, Rini Sesulih Batam dengan anggota Locius Sunarno dan Setya Yoga, JPU Sutena mendakwa, keduanya telah memeras uang Rp3 juta kepada korban Mashadi di kediamannya di Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu pada 31 Januari lalu.

Kepada korban, keduanya menuduh Mashadi telah berselingkuh dengan Suciati yang sekarang serumah dengan Mashadi. Menurut Sateno, keduanya mengancam akan memberitakan kasus itu di tabloid Metj.

 

"Mashadi membantah berselingkuh, dengan alasan dirinya telah kawin siri dengan Suciati," katanya Suteno.

Dalam pertemuan itu, Mashadi didesak membayar Rp2 juta dan kasusnya tidak diberitakan. "Dalam pertemuan itu Mashadi memberikan uang Rp500 ribu," katanya. Akhirnya pada 1 Februari, Subandi, warga Desa Kenep, Kecamatan Balen dan Masnun, warga Desa Babat, Kecamatan Kedungadem kembali mendatangi Mashadi.

Di pertemuan kedua itu, Mashadi memberikan uang Rp850 ribu, namun ketika keduanya keluar rumah dicegat warga dan ditangkap yang selanjutnya kejadian itu, dilaporkan ke polisi.

Menurut Suteno, perbuatan keduanya tersebut dijerat dengan pasal 368 ayat 1 KUHP yo pasal 55 ayat 1 (1) KUHP yang berisi tentang pemerasan. Sebelum itu, Subandi, dipersidangan dengan JPU, Hanibal, juga menghadapi dakwaan telah membawa senjata tajam dan diancam dengan pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951.

"Disamping menghadapi kasus pemerasan, keduanya juga menghadapi dakwaan membawa senjata tajam secara tidak sah, sebab ketika diperiksa di Polsek Sukosewu diketahui di tasnya ada senjata tajam itu," kata Hanibal menjelaskan. (*)

Berita Terkait: